Pembahasan program dan aktivitas program MSP fase II, yang dihadiri oleh Seketertariat SDGs Provinsi Gorontalo, Bappeda Kota Gorontalo, dan Bappeda Kabupaten Gorontalo. Bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo, Tujuan pemaparan ini untuk memperoleh respon dan masukan terkait dengan rancangan program dan aktivitas yang akan dilaksanakan.
Dalam pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, dalam pembukaan Wahyudin menyampaikan beberpa cacatan penting. “Permasalahan yang selalu muncul khusunya pada program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah merubah paradigman dan minset masyarakat. Hal ini menjadi sulit dan perlu perhatian mendalam, berkaca dari banyak program yang sudah berjalan keberhasilan program tersebuth kuncinya ada pada perubahan dan kemauan masyarakat”.
Kepala Pusat Studi SDGs Center UNG, Raghel Yunginger, menerangkan tujuan pertemuan ini. “Pertemuan ini sangat penting, menjadi tahap awal dalam program MSP fase II, rancanangn aktivitas dan program yang tim SDGs Center UNG susun perlu mendapatkan respon dan masukan dari pemerintah daerah agar terjadi kesamaan pemahaman dan sinergitas ke depan”.
“Banyak masukan yang kami dapatkan dalam pertemuan hari ini, segala bentuk masukan akan kami tampung dan menjadi bahan dalam penyempuranaan rancangan program dan aktivitas kedepan. Untuk itu kami akan melakukan pertemuan lanjutan dan membahas lebih teknis dengan pemerintah daerah masing-masing terkait program dan aktivitas”. lenjut Kepala Pusat Studi SDGs Center UNG.
Sebelumnya, Indonesia telah dua kali menyampaikan VNR, pertama kali di 2017 dan kedua kalinya di 2019.