Indonesia Sampaikan VNR 2021, Tegaskan Komitmen Tangani Pandemi Covid-19

Pengabdian Tanpa Batas : Perjalanan Produk Aqola Bomb Dalam Mencegah D

Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) melalui jentik nyamuk aedes aegypti menjadi sangat berbahaya ketika membiarkan lingkungan kotor dan tanpa adanya mitigasi yang inovatif dan berkelanjutan. Kondisi inilah yang membuat Desa Langge Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango menjadi salah satu desa dengan angka kejadian DBD tertinggi di Provinsi Gorontalo pada tahun 2024.

Persoalan tersebut kemudian mendorong lahirnya inovasi dari tim dari Universtas Negeri Gorontalo. Tim yang dibimbing langsung oleh Apt. Dizky Ramadani Putri Papeo, M.S.Farm dengan masing-masing anggota Dewi Safitri Abd.Gani dan Irmayani Usman yang merupakan mahasiswa prodi Farmasi serta Moh.Taufiq Hidayah Abay yang merupakan mahasiswa Teknik Informatika kemudian melahirkan terobosan inovatif melalui pengolahan limbah ekstraksi kulit nanas yang mengandung senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan jentik nyamuk.

Hasil inovasi dari tim ini melalui berbagai macam proses dan percobaan hingga diikutsertakan dalam program Innovillage 2024, sebuah program inovasi riset dan pengabdian dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil seleksi, inovasi yang diberi nama ‘Aqola Bomb’ dalam sub-tema kesehatan ini menjadi satu-satunya tim yang mewakili Provinsi Gorontalo.

Lebih lanjut, setelah memperoleh hibah bantuan dari Innovillage 2024, hasil riset tersebut kemudian di lakukan peluncuran produk Aqola Bomb pada masyarakat Desa Langge pada 12 Februari 2025. Kegiatan ini dihadiri dan diresmikan oleh dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., AIFO-P, serta dihadiri pimpinan Jurusan Farmasi UNG, Dr. apt. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dr. dr, Anang S.otoluwa, Kepala Desa Langge Salim Sunarti, hingga masyarakat desa Langge.

Adanya produk Aqola Bomb sebagai inovasi dalam mencegah penyebaran DBD di desa Langge menunjukkan adanya komitmen kuat dari UNG khususnya dalam menyelesaikan permasalahan penyakit tidak menular dan pencemaran lingkungan seperti yang tertuang dalam 17 tujuan SDGs khususnya pada goals 3 dan 15 Setelah launching produk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa Langge hingga dapat digunakan di seluruh provinsi Gorontalo.

Sebelumnya, Indonesia telah dua kali menyampaikan VNR, pertama kali di 2017 dan kedua kalinya di 2019.